Kamis, 23 Desember 2010

Budi Gol Sudah Dimainkan

Kekuatan Sriwijaya FC bakal komplit saat menjamu Persib Bandung, (2/1/11) nanti, pada laga perdana paska l ibur dua bulan kompetisi. Ini setelah, striker andalan Sriwijaya FC, Budi Sudarsono sudah siap tempur. “Kondisi Budi saat ini sudah baik. Dia sudah bisa menjalani pertandingan, meski kami sedikit khawatir dengan kondisinya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, kemarin, (21/12).

Budi Gol sapaan Budi Sudarsono sendiri sudah dimainkan saat Laskar Sriwijaya melawan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada laga uji coba, di Stadion Ciracas, Jakarta Timur, kemarin (21/12). Tapi, coach Ivan Kolev hanya memainkan mantan pilar Persik Kediri itu selama 20 menit. Hal ini dilakukan lantaran mantan arsitek Persija Jakarta itu masih menjaga kondisi luka yang diderita Budi Gol.

“Sebenarnya lukanya sudah sembuh. Kondisinya juga baik. Baik soal sprit, tendangan, serta saat membawa bola sudah tidak ada masalah, termasuk melakukan shooting. Tapi, kami takut, lawan kembali mencederai dia (Budi red),” imbuhnya.
Wajar, bila pelatih asal Bulgaria itu masih waswas dengan kondisi Budi Gol. Ya, pemain kelahiran Kediri, 19 September 1979 baru saja menjalani penyembuhan hampir tiga bulan. Praktis, kondisi cedera Budi rentan untuk kambuh.

Mantan pemain Persib Bandung itu sebelumnya mengalami cedera luka kaki. Setelah tindakan konyolnya menendang kaca pintu ruang ganti Stadion Gelora Delta Sidoarjo, saat melawan Deltras Sidoarjo, pada laga perdana laga Super Liga, (29/9) lalu..

Dengan cedera itu, mantan pemain Timnas Indonesia itu harus di jahit sedikitnya 11 jahitan. Bahkan, parahnya cedera yang di deritanya, Budi Gol harus menjalani operasi hingga dua kali. Akibat cedera yang di deritanya, mantan pemain Persija itu harus absen lima laga yang dijalani Sriwijaya musim ini.

Bergabungnya Budi Sudarsono jelas menjadi angin segar bagi tim juara double winner 2007 itu. Sebab, Budi sendiri merupakan striker andalan Sriwijaya saat ini. Bersama dengan Oktovianus Maniani, Park Jung-Hwan, Keith Kayamba Gumbs dan Arif Suyono. (mg43)

Nama lengkap: Budi Sudarsono
Nama panggilan: si Piton/ Budi Gol
Tanggal lahir: Kediri, 19 September 1979
Tinggi: 174 cm
Posisi bermain: Penyerang
Karir Klub:
Persebaya (1999-2000)
Persija (2000-2001)
Deltras (2001-2002)
Persija Jakarta (2003-2004)
Persik (2005-2007)
PDRM (2008)
Persik (2008)
Sriwijaya FC (2008-2009)
Persib (2009-2010)
Sriwijaya FC (2010-)

Tim nasional Indonesia (2001-2009)

'Kami Tak Takut pada Malaysia'

Indonesia akan melakoni partai tandang pertamanya di turnamen AFF Suzuki Cup 2010 dengan menghadapi Malaysia di final leg pertama. Pelatih Alfred Riedl menyatakan pasukannya tidak takut.

Malaysia akan didukung sedikitnya 75 ribu suporter dalam partai puncak di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, hari Minggu (26/12/2010) mendatang. Itulah kali pertama skuad "Garuda" akan terbang dari kandangnya di Jakarta selama turnamen.

"Kita punya suporter yang lebih besar. Kita tidak boleh takut, dan kita memang tidak pernah takut," ujar Riedl usai memimpin latihan timnya di Lapangan C Senayan, Jakarta, Rabu (22/12) pagi.

"Lapangan mereka sama (seperti di Gelora Bung Karno), rumputnya sama, ukurannya sama. Jadi tidak ada masalah," sambungnya.

Kedua tim bertemu di babak grup dan Indonesia menang telak 5-1. Tentang peluang di pertandingan final, pelatih asal Austria itu menganggap kemenangan tersebut sudah tidak penting karena kali ini akan berbeda.

"Mereka tim yang kuat. Mereka berkembang selama turnamen ini. Kita memang menang 5-1 kemarin, tapi tidak tahu besok. Peluang 50-50," sahut Riedl.

Buat Indonesia ini adalah final keempatnya di ajang Piala AFF. Di tiga kesempatan sebelumnya di tahun 2000, 2002 dan 2004, tim "Merah Putih" gagal menang dan cuma jadi runner up.

"Kita punya banyak pemain baru. Anak-anak tak peduli pada final-final itu. Sekarang adalah sekarang. Tidak ada special treatment untuk itu" tegas sang pelatih.

Jatah Tiket 15 Ribu Untuk Suporter Indonesia

Tiket final leg pertama Piala Suzuki AFF antara Malaysia dan Indonesia pada Minggu (26/12) akan dijual di konter kuning Stadium Bukit Jalil mulai Kamis (23/12). Indonesia sendiri ‘hanya’ kebagian 15 ribu lembar tiket. Soal harga, kontras dengan di Indonesia.
Sementara itu, sebanyak 70 ribu tiket yang tersisa dari kapasitas stadion akan diperuntukkan bagi suporter tuan rumah. Untuk harganya pun kontras dengan harga tiket pertandingan di SUGBK, Senayan.
Sekjen Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) Datuk Azzuddin Ahmad mengatakan, tiket berharga RM 50 (Rp 150 Ribu) untuk tribun tertutup, RM 30 (Rp 90 Ribu) untuk tribun terbuka dan RM 5 Rp 15 Ribu (anak-anak bawah 12 tahun).
“Kita turut memperuntukkan sebanyak 15,000 tiket berharga RM30 dan 500 tiket berharga RM50 untuk dijual kepada pendukung sepak bola Indonesia yang bekerja di negara ini.”
“Bagaimanapun kita masih belum menetapkan penjualan tiket untuk peminat (suporter, red) Indonesia ini karena Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dijadwalkan akan berjumpa dengan wakil Kedutaan Indonesia di Malaysia untuk berbincang mengenai penjualan tiket di Kedutaan Indonesia.”
Lebih jauh ia mengatakan, jika Kedutaan Indonesia tidak setuju, maka penjualan tiket tersebut akan dibawa ke konter biru Stadium Nasional Bukit Jalil pada hari penjualan yang sama.
“Jika konter dibuka di Stadium Nasional Bukit Jalil, warga Indonesia perlu menunjukkan paspor mereka untuk membeli tiket.”

Minggu, 07 November 2010

Tunggu Keputusan PSSI

Manajemen Sriwijaya FC belum berani memberikan keputusan soal nasib dua pemainnya Oktavianus Maniani dan Gunawan Dwi Cahyo. Dua pemain muda ini bakal dipanggil oleh PSSI Pusat untuk memperkuat Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2011 Prakualifikasi Olimpiade 2012.

Menurut Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid, hal ini di lakukan lantaran pihak Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) masih akan menunggu keputusan resmi dari PSSI.

“Memang pemberitahuan secara lisan sudah ada soal dua pemain kami yang masuk timnas U-23. Tapi, kami belum berani berspikulasi lantaran belum ada surat resminya. Bila sudah resmi baru kami akan melihat kelanjutannya,” kata Faisal Mursyid, kemarin (4/11).

Faisal menambahkan, dirinya tidak bisa memberikan keputusan apakah Sriwijaya akan menambah skuad atau tidak, bila dua pemain terbaiknya harus bergabung di timnas U-23. “Itu keputusan Presiden dan pelatih. Kita lihat saja nanti,” lanjutnya.

Ya, bila Oktavianus dan Gunawan resmi berbaju timnas U-23, maka skuad Sriwijaya bakal berkurang. Ini setelah ketentuan dari PSSI, untuk pemain timnas U-23 tidak bisa bergabung bersama klub selama menjalani Training Cump (TC) di timnas.

Praktis, kondisi ini bakal membuat kekuatan tim juara double winner 2007 ini berkurang, terlebih untuk daya gedor. Sebab, Oktavianus sendiri merupakan pemain andalan Laskar Sriwijaya. Sehingga, hilangnya pemain asal Papua itu bakal berpengaruh.

Oktavianus dan Gunawan sendiri saat ini masuk tim bayangan timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011 di Palembang. Bukan hanya itu, dua pemain muda itu juga berpeluang masuk skuad timnas proyeksi Pra- Olimpiade 2012 di London.

Ini mengingat usia dua pemain ini masih kisaran 21 tahun. Oktavianus sendiri saat ini baru berumur 20 tahun. Sedangkan Gunawan Dwi Cahyo saat ini baru berumur 21 tahun. “Dari hasil rapat di Jakarta untuk pemain timnas U-23 tidak bisa bergabung di klub,” pungkasnya.

SFC Pertanyakan Status Agu Casmir

Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) secara resmi melayangkan surat kepada PT Liga Indonesia, guna mempertanyakan status keabsahan striker Persija Jakarta, Agu Casmir.Manajemen Sriwijaya Football Club (SFC) menilai, pemain naturalisasi kelahiran, Nigeria 23 Maret 1984 itu, masuk dalam daftar cekal PSSI. Suratnya tertulis sudah dilayangkan dengan nomor 350/PT.SOM/XI/2010 ke PT Liga.

"Intinya kami mempertanyakan keabsahan status Agu Casmir," urai Direktur Teknik dan SDM Hendri Zainudin, Jumat (5/11).

Menurut Hendri, pada laga Super Big Match pada, Rabu (3/11) lalu, Casmir diturunkan oleh Pelatih Persija Rahmad Darmawan. Mantan striker Gombak Uniteds itu, masuk pada menit 63 menggantikan Oktavianus. Padahal, Casmir pernah terseret ke daftar hitam BLI lantaran kabur dari Mess Ragunan Persija Jakarta dengan dalih tidak cocok dengan lapangan di Indonesia tahun 2005 silam. Sempat dikabarkan akan bergabung dengan salah satu klub Rusia, belakangan diketahui pemain kelahiran Nigeria, 23 Maret 1984 ini, bergabung dengan klub Liga Singapura Woodland Wellington.

“Kami mempertanyakan soal surat pengampunan status Casmir dari PSSI. Sebab berdasarkan keterangan Casmir sudah disahkan oleh PT Liga, namun kami mau melihat surat pengampunannya. Jika memang tidak sesuai regulasi maka Persija sesuai manual Liga bisa dikenakan sanksi berupa pengurangan poin,” jelasnya.

SFC Ajak Ujicoba Tim Singapura - Malaysia

Sriwijaya FC menggelar rangkaian ujicoba mengisi waktu liburan selama dua bulan jedah kompetisi. Namun sejauh ini, belum ada jadwal baku dari pihak manajemen. Laskar Wong Kito masih kesulitan mencari tim tanding dalam ujicoba.Namun pelatih Ivan Kolev bersama manajemen sudah sepakat akan melakukan rangkaian ujicoba dengan klub-klub elite dari Malaysia dan Singapura.

"Keputusan siapa tim yang akan diajak ujicoba nanti ditentukan pelatih Ivan Kolev. Sejauh ini masih dalam tahap koordinasi," urai Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainudin, Jumat (6/11).

Menurut Hendri klub-klub Singapura dan Malaysia menjadi incaran untuk ujicoba mengingat klub-klub di kedua negara Asia Tenggara itu cukup berkualitas. Apalagi SFC akan berlaga di ajang Asian Football Confederation (AFC) mendatang."Sebab kita akan berlaga di AFC," urainya.

Selain untuk Singapura dan Malaysia, SFC juga tengah mempertimbangkan untuk mengikuti Piala Gubernur Jatim Sukarwo Cup awal Desember mendatang."Kita masih melihat mana yang paling efektif untuk ujicoba, bisa saja kita memilih atau mengikuti semuanya asalkan tidak mengganggu kondisi tim dan pemain serta persiapan menghadapi ISL," urainya.

Siap Boyong “Wong Rumah”

DEFENDER - andalan Sriwijaya FC, Claudiano Alves dos Santos memilih menikmati liburan di kota Palembang. Ia mengaku, lebih nyaman berada di kota pempek karena terlihat lebih tenang dan mudah beradaptasi dengan cuaca dan makanannya. Penduduk kota ini pun sangat bersahabat.

Diano mengungkapkan, memang ada niat untuk pulang ke negaranya, namun jarak Brazil yang cukup jauh dari Indonesia dan singkatnya waktu liburan membuatnya berpikir lebih efektif dan memilih tinggal di rumah.

Ia mengaku sudah akrab dengan menu masakannya, terutama nasi yang juga terdapat di negaranya. “Cuaca dan beberapa makanan di Palembang cocok dengan selera,” jelas Diano di sela latihan jogging di Stadion Bumi Sriwijaya, Jumat (5/11).

Meski suka dengan makanannya, Diano tidak sembarangan menyantap makanan. Pemain bertahan SFC ini tetap memilih makanan yang tepat dikonsumsi tubuh demi menjaga kebugaran. Karena merasa kerasan berada di Palembang, jika tidak ada aral melintang, mantan pemain Olimpik Baku ini, dalam waktu dekat akan memboyong anak istrinya ke sini.

Ada rencana untuk membawa keluarga ke sini, tetapi dilihat dulu nanti,” urai kelahiran Brazil, 7 Oktober 1981.

Sebagai pemain asing Diano memang patut menjadi contoh, karena ia tetap profesional dengan menjaga kondisi fisik meski sedang berlibur. Diano terlihat melakukan jogging dan fitnes di Hotel Arya Duta. Baginya sangat penting menjaga tubuh biar tetap segar.”Sangat penting hal ini dilakukan untuk menjaga kebugaran,” tandas pemain berwajah tampan ini.

Pemilik tendangan bebas mematikan ini, mengungkapkan, bukan hanya dirinya yang melakukan jogging dan fitnes, rekan-rekannya pun pasti melakukan hal yang sama untuk menjaga kebugaran. Sebab sangat penting tetap menjaga kondisi fisik sehingga ketika sudah memasuki masa latihan, mereka langsung bisa adaptasi dengan materi-materi latihan.

Kinerja Pemain Pengaruhi Bonus

Banyak peraturan Sriwijaya FC yang berubah sejak dibesut oleh Ivan Venkov Kolev. Ya, sebelumnya, pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 itu memberikan peraturan kedisiplinan dengan hukuman pemotongan gaji hingga pemecatan pemain.

Kali ini, mantan pelatih timnas Indonesia itu membuat program baru. Yakni, merubah pembagian bonus pemain yang sebelumnya di bagikan merata, kini di sesuaikan dengan kinerja pemain saat bertanding.

“Keputusan ini langsung Ivan Kolev yang menentukan. Pemberian bonus diberikan berdasarkan jumlah dan kualitas pemain saat bertanding atau latihan,” kata asisten manajer Sriwijaya FC, Jamaluddin, kemarin (5/11).

Praktis, kondisi ini sangat mempengaruhi bonus yang bakal di dapat pemain masing-masing. Sebab, bila pemain ngotot dan mempunyai kontribusi besar di tim, maka akan mendapatkan bonus full.

Sebaliknya, bila pemain kurang berperan meski bermain selama 90 menit penuh, maka bonus yang di terima terancam dipotong sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan pelatih.

“Memang kalau dulu langsung dibagi rata. Tapi, sekarang siapa yang mampu memberikan yang terbaik, maka akan diberikan bonus penuh sesuai dengan patokan,” imbuhnya.

Jamaluddin melanjutkan, patokan pemberian bonus di antaranya bervriasi, mulai mendapat bonus 100 persen penuh untuk pemain yang penampilan bagus, 75 persen untuk pemain yang bermain tapi berpenampilan buruk, dan paling rendah 25 persen diperuntukan pemain yang tidak bertanding tapi masuk line up. “Yang memberikan penilaian juga pemain dan tim,” tambahnya.

Ya, Sriwijaya sendiri memberikan bonus kepada pemain setiap pertandingan. Yakni, masing-masing pemain mendapatkan bonus Rp4 juta saat menang di laga away, Rp 3 juta saat menang di laga home, dan Rp2 juta bila mampu bermain imbang di laga away.

"Tetapi masih akan dilihat kinerja, bisa saja mereka tidak mendapatkan bonus karena tidak mengikuti latihan. Dan sisa bonus yang diberikan oleh manajemen akan ditabung untuk kas pemain bila ada keperluan mendadak, " pungkasnya.

Thierry Penjagal Baru SFC

Jika musim lalu Sriwijaya FC memiliki Arif Suyono yang menjadi langganan kartu kuning dan merah, kini reputasi Kecenk sapaannya kalah dibandingkan Thierry Gathuessi. Maklum Thierry, menjadi pemain langanan menerima kartu kuning dan merah. Jika Arif 'Kecenk' Suyono sapaannya hanya mengantongi empat kartu kuning dan satu kartu merah dari 17 pertandingan, maka Thierry melakukannya dalam enam kali pertandingan.

Meski akumulasi kartu kuning yang berujung kartu merah pada laga Sriwijaya FC versus Persija Rabu (3/11) itu bukanlah murni pelanggaran, namun tak pelak SFC kini memiliki seorang penjagal baru.

"Thierry bermain taktis dan tidak kenal kompromi, tekelnya pun bersih, meski dalam pertandingan lalu kartu merah yang didapatkannya karena kelalaian wasit," urai pelatih Ivan Kolev, Sabtu (6/11).

Akibatnya Thierry akan absen saat SFC melakoni laga kandang menjamu Persib Bandung, 2 Januari 2011 mendatang. Namun Kolev mengatakan sudah terbiasa bertanding tanpa pemain utama. Ia pun yakin pemain lainnya mampu menggantikan peran Thierry. Seperti diketahui Kolev sempat tidak meminati Thierry yang dianggap bermain terlalu cantik untuk seorang bek. Pelatih asal Bulgaria itu sempat ingin mendatang bek asal Kenya Audi, namun sang pemain tak kunjung datang membuat Kolev harus memilih Thierry yang memang memiliki kualitas.

Anggapan Thierry terlalu bermain cantik itu memang benar, karena dia memiliki skill dan teknik tinggi. Namun Thierry tidak segan-segan melakukan pelanggaran jika membahayakan pertahanan SFC.

"Bagi saya sudah menjadi resiko jika harus mendapatkan kartu kuning atau merah, ini bagian dari profesional. Namun aku pun berusaha untuk menguranginya agar tidak merugikan tim, namun jika terpaksa demi tim aku pasti melakukannya," urainya.

Jumat, 29 Oktober 2010

Pertandingan Live Pengaruhi Supporter

Pertandingan yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang yang mempertemukan Sriwijaya FC vs Persiba Balik Papan (21/10)kemarin, sedikit sekali dari masyarakat sumsel yang menyaksikan secara langsung ke Stadion Jakabaring Palembang pasalnya pertandingan tersebut disiarkan secara langsung di layar kaca.
Hal ini yang membuat sebagian masyarakat lebih memilih menyaksikan pertandingan yang mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC vs Persiba Balik Papan di layar televisi ketimbang harus menyaksikan pertandingan secara langsung di Stadion Jakabaring.
“ Lebih baik menyaksikan pertandingan di TV ketimbang kita harus jauh-jauh menyaksikan pertandingan tersebut ke Stadion Jakabaring kecuali, pertandingan tersebut tidak disiarkan secara langsung di TV baru kita ke stadion”ujar Aan, penggemar SFC.
Ditambahkannya, bukan berarti para penonton yang ada dirumah tidak mau memberikan dukungan secara langsung kepada SFC mengingat ini adalah bulan tua lagi pula menonton dirumah lebih praktis “Kami tetap memberikan dukungan kepada SFC walaupun dari jauh yang jelas, kita tetap memberikan dukungan dan semangat untuk SFC”ujarnya.
Menanggapi hal tersebut Qusoy, ketua Korwil Beladas Simanis mengatakan, masyarakat jadi sungkan untuk datang ke Stadion Jakabaring dikarenakan pertandingan tersebut disiarkan langsung di TV sehingga pemberian dukungan kepada Sriwijaya FC tidak full power disamping itu manajemen mengalami kerugian dari penjualan tiket.
“ Memang pertandingan yang disiarkan secara langsung di TV menyebabkan masyarakat malas untuk datang ke stadion mungkin dibutuhkan kesadaran kepada masyarakat terutama suporter bahwa kedatangan mereka ke stadion sangat dibutuhkan oleh tim karena banyaknya supporter yang memberikan dukungan dapat menambah semangat bagi para pemain,”katanya.
Disisi lain Qusoy mengatakan, pertandingan live juga banyak sekali dampak positifnya yang jelas tim kesayangan Wong Kito dapat disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia sekaligus bisa mensosialisasikan Beladas, selain itu masyarakat bisa menyaksikan bagaimana kinerja wasit dilapangan serta pemain-pemain yang kasar dapat terlihat dan juga dapat menyaksikan permainan-permainan indah oleh tim yang berlaga.
Qusoy menambahkan, masyarakat sumsel tidak seperti di Pulau Jawa meski pertandingan itu live atau tidak stadion tetap rame karena supporter mereka sudah militan ini yang harus di tanamkan kepada seluruh masyarakat sumsel.
“ Sekarang saat nya kita harus berbenah dan dibutuhkan kesadaran penuh bagi msyarakat dan perlu diketahui SFC membawa harum nama sumsel dan selaku warga sumsel sudah sepatutnya memberikan dukungan kepada SFC”imbuhnya